Review Playstation Vita (PS Vita)

Perilisan perangkat gaming terbaru merupakan peristiwa besar bagi dunia game dalam kapasitasnya sebagai sebuah industri. Ia menjadi bahan bakar yang paling mumpuni untuk memastikan roda perekonomian di dalam industri terus berputar secara konsisten, atau bahkan lebih cepat. Kehadiran platform terbaru biasanya identik dengan penerapan teknologi terbaru yang potensial, penambahan beragam fitur baru yang inovatif, serta jajaran seri dan franchise terbaru yang sudah dipersiapkan oleh pihak developer. Tidak heran jika hampir semua gamer menaruh perhatian besar kepadanya, seperti yang terjadi pada handheld terbaru milik Sony – Playstation Vita.
PS Vita yang dirilis pada akhir tahun 2011 di Jepang memang merupakan perangkat gaming yang cukup diantisipasi oleh gamer. Generasi kedua handheld Sony ini memang menjanjikan segudang kelebihan dan kemampuan yang memesona. Kualitas grafis yang mendekati konsol saat ini, teknologi touch-screen di layar dan bagian belakang, dual-analog, dan jajaran game eksklusif menjadi kekuatan utama dari PS Vita. Kini, kesempatan untuk menjajal handheld ini secara langsung akhirnya tiba juga. Beberapa distributor di Indonesia telah menjual teknologi gaming terbaru ini. Lewat Bundle PS Vita ASIA Value Pack (3G) yang sempat kami preview sebelumnya, gamer Indonesia berkesempatan menjadi satu dari sedikit komunitas gamer pertama dunia yang merasakan keampuhan handheld yang satu ini.
Setelah dapat menyentuh, mencoba, dan menilai setiap fitur dan kemampuan yang ditawarkan Sony di PS Vita, kita akhirnya tiba pada satu titik puncak, moment of truth. Mampukah PS Vita mampu memenuhi ekspektasi yang sudah terbangun di kalangan para gamer? Ataukah ia hanya akan menjadi sebuah produk selingan yang tidak patut untuk diperjuangkan? Untuk membantu Anda menentukan posisi dan sikap Anda, review ini dihadirkan.

SPESIFIKASI
CPU: ARM® Cortex™- A9 core (4 core)
GPU: SGX543MP4+
External Dimensions: Approx. 182.0 x 18.6 x 83.5mm (width x height x depth), (tentative, excludes largest projection)
Screen (Touch Screen): 5 inches (16:9), 960 x 544, Approx. 16 million colors, OLED Multi touch screen (capacitive type)
Rear Touch Pad: Multi touch pad (capacitive type)
Cameras: Front camera, Rear camera
Sound: Built-in stereo speakers, Built-in microphone
Sensors: Six-axis motion sensing system (three-axis gyroscope, three-axis accelerometer), Three-axis electronic compass
Location: Built-in GPS, Wi-Fi location service support
Keys/Switches: PS button, Power button, Directional buttons (Up/Down/Right/Left), Action buttons (Triangle, Circle, Cross, Square), Shoulder buttons (Right/Left), Right stick, Left stick, START button, SELECT button, Volume buttons (+/-)
Wireless Communications: Mobile network connectivity (3G), IEEE 802.11b/g/n (n = 1×1)(Wi-Fi)(Infrastructure mode/Ad-hoc mode), Bluetooth® 2.1+EDR (A2DP/AVRCP/HSP)
Selain untuk bermain, perangkat itu juga dapat digunakan sebagai pemutar musik dan video berformat mp3, mp4, dan wave. Kemudian pembuka file foto berformat JPEG, TIFF, BMP, GIF, dan PNG.
Namun, perangkat permainan genggam ini juga memiliki sejumlah kekurangan seperti ketidakhadiran fitur getar sebagaimana PS2 atau PS3, dan slot untuk koneksi ke perangkat berlayar lebar seperti televisi.
Meskipun demikian, PS Vita sudah didukung 37 judul permainan seperti EA Sport FIFA, F1 2011, ModNation Racers Trip, Mortal Kombat, Ragnarok Odyssey, Virtua Tenis 4, dan Unit 13.
(I026)
sumber:
compas.com
sidomi.com
